Di sektor pertambangan Indonesia, perizinan merupakan hal yang sangat penting untuk memastikan kegiatan usaha berjalan sesuai aturan.
Salah satu izin yang wajib dipahami oleh pelaku usaha adalah IUJP (Izin Usaha Jasa Pertambangan). Namun, masih banyak yang bingung membedakan antara IUJP inti dan non inti.
Perbedaan keduanya tidak hanya soal istilah, tetapi juga menentukan jenis kegiatan apa saja yang dapat dilakukan oleh perusahaan.
Salah memilih kategori bisa berdampak pada ditolaknya permohonan izin atau bahkan menghambat kelancaran usaha.
Pertanyaannya, apakah usaha Anda termasuk kategori inti atau non inti? Mari kita bahas secara lengkap.
Apa Itu IUJP (Izin Usaha Jasa Pertambangan)?
IUJP adalah izin resmi yang diberikan pemerintah kepada perusahaan yang ingin menyediakan jasa di bidang pertambangan.
Artinya, meskipun perusahaan Anda bukan pemilik tambang, tetap bisa terlibat dalam industri ini melalui penyediaan jasa.
Mengapa IUJP penting?
- Sebagai bukti legalitas di mata hukum.
- Menjadi syarat agar dapat bekerja sama dengan perusahaan tambang.
- Memberikan kepastian hukum dan kepatuhan terhadap regulasi.
Dasar hukum:
IUJP diatur dalam Undang-Undang No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, yang telah diperbarui melalui UU No. 3 Tahun 2020, serta diatur lebih detail dalam Peraturan Pemerintah dan Peraturan Menteri ESDM.
Perbedaan IUJP Inti dan Non Inti
IUJP Inti
Merupakan izin untuk jasa yang berhubungan langsung dengan kegiatan utama pertambangan, seperti:
- Eksplorasi
- Survey geologi
- Konstruksi tambang
- Pengolahan dan pemurnian
IUJP Non Inti
Merupakan izin untuk jasa pendukung yang tidak langsung terkait dengan kegiatan teknis pertambangan, tetapi tetap dibutuhkan. Contohnya:
- Jasa katering di area tambang
- Jasa transportasi pekerja dan alat
- Penyediaan tenaga kerja
- Penyewaan alat berat
| Aspek | IUJP Inti | IUJP Non Inti |
|---|---|---|
| Fokus | Kegiatan teknis utama pertambangan | Jasa pendukung pertambangan |
| Contoh | Eksplorasi, survey, pengolahan | Transportasi, katering, logistik |
| Regulasi | Lebih ketat, wajib tenaga ahli | Lebih fleksibel, namun tetap wajib izin |
Kenapa Penting Memahami Perbedaan Ini?
- Risiko hukum: Salah memilih kategori dapat membuat izin ditolak.
- Efisiensi bisnis: Dengan izin yang tepat, kerja sama dengan perusahaan tambang menjadi lebih mudah.
- Keberlanjutan usaha: Memahami regulasi sejak awal menghindarkan perusahaan dari potensi masalah di kemudian hari.
Tips: Selalu periksa peraturan terbaru dari Kementerian ESDM dan konsultasikan jika masih ada keraguan.
Sub Bidang IUJP Inti dan Non Inti
Sub Bidang IUJP Inti
- Survey geologi
- Eksplorasi
- Konstruksi tambang
- Pengolahan dan pemurnian
Sub Bidang IUJP Non Inti
- Jasa katering untuk pekerja tambang
- Jasa logistik dan transportasi
- Penyewaan alat berat
- Jasa keamanan atau kebersihan
Catatan penting:
Saat mengajukan izin, pastikan memilih kategori sesuai jenis usaha. Kesalahan dalam menentukan kategori dapat menyebabkan permohonan izin ditolak.
Secara sederhana, IUJP inti ditujukan untuk jasa teknis utama pertambangan, sementara IUJP non inti diperuntukkan bagi jasa pendukung. Keduanya memiliki peran penting yang saling melengkapi dalam industri pertambangan.
Memahami perbedaan ini akan membantu perusahaan mengurus izin dengan tepat, menghindari penolakan, dan memastikan kelancaran operasional.
Untuk panduan lebih detail, silakan baca artikel terkait seperti Cara Mengurus IUJP.
Pastikan usaha jasa pertambangan Anda sesuai kategori yang benar agar terhindar dari masalah hukum. Jika masih ragu, segera cek dasar hukum atau konsultasikan dengan pihak berwenang.



